FEBI PEDULI MASAMBA

YOGYAKARTA, KAMIS— Aksi Penggalangan dana oleh beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa FEBI UIN Sunan Kalijaga bertajuk “Peduli Bencana Banjir Masamba”. Aksi dilakukan tepatnya pada Kamis, 16 Juli 2020 bertempat di Pertigaan Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Aksi dilakukan dengan membentangkan banner yang bertuliskan “ADA LUKA DI TENGAH PANDEMI MARI BANTU KORBAN BENCANA BANJIR BANDANG MASAMBA KAB LUWU UTARA SULAWESI UTARA” oleh 3 mahasiswa pada saat lampu merah lalu beberapa mahasiswa lain menyodorkan kotak kardus ke tiap-tiap pengemudi sepeda motor maupun mobil yang hendak mengulurkan bantuan.

Aksi yang dilandasi atas dasar kemanusiaan ini bertujuan untuk membantu para korban bencana banjir bandang di Masamba, Luwu Utara. “Saya memandang penggalangan dana oleh aliansi Mahasiswa FEBI tadi sangat positif, karena di tengah pandemic dan segala halangan yang ada kawan-kawan tetap konsisten untuk saling membantu saudara yang sedang mengalami cobaan.” Ujar Rifaldi selaku Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. “Saya pikir ini juga akan sangat membantu, tidak kemudian memandang berapa jumlahnya karena sebesar apapun pasti akan sangat membantu mereka yang membutuhkan” lanjutnya.

Apresiasi juga diberikan oleh Presma UIN Ahmad Rifaldi kepada Aliansi Mahasiswa FEBI UIN Sunan Kalijaga dan FORNASMEBi atas aksi solidaritasnya dalam penggalangan dana yang dilakukan pada Kamis,(16/7). “Saya ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk kawan-kawan aliansi FEBI UIN Sunan Kalijaga khususnya dan juga FORNASMEBI secara umum atas aksinya yang dikemas dalam bentuk galang dana” ujarnya. “Besar harapan saya bahwa hal baik semacam ini harus bisa terus digalakkan karena kita semua adalah saudara dan membantu satu sama lain adalah kewajiban yang harus ditunaikan” lanjutnya.

Saat ini, dana yang telah terkumpul sebesar Rp 1.700.000 (Satu Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah).

Bencana banjir yang menghantam Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (13/7) telah menewaskan sedikitnya 21 orang. Data tersebut bersumber dari Basarnas per Rabu (15/7/2020) sore. Dilansir oleh tirto.id, banjir bandang Masamba, Luwu Utara diduga terjadi karena degradasi lingkungan dan curah hujan yang tinggi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mengumpulkan data data untuk menganalisis pemicu banjir bandang di Masamba. (WORO)