Road Show Pasar Modal Modal Syariah “Melek Investasi Halal Untuk Pertumbuhan Industri Halal Menuju Indonesia Emas”

Yogyakarta 08 Juni 2021. Telah terselenggara road show pasar modal syariah yang bertempat di fakultas ekonomi dan bisnis islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan agenda yang dimiliki oleh pengurus pusat forum nasional mahasiswa ekonomi dan bisnis islam (FORNASMEBI) bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). road show pasar modal dilaksanakan secara marathon di 10 PTKIN se-Indonesia yaitu UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan kalijaga Yogyakarta, IAIN Kudus, IAIN Palangkaraya, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Saifuddin Zuhri, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN SATU Tulungagung dan UIN Raden fatah Palembang.
Pada kegiatan road show pasar modal syariah, FEBI UIN Sunan kalijaga menjadi tuan rumah kedua. FORNASMEBI memberikan kepercayaan kepada DEMA FEBI untuk mengakomodir kegiatan dan tidak lupa bekerja sama dengan SEMA FEBI serta KSPM untuk menunjang kegiatan agar berjalan secara maksimal. Road Show pasar modal syariah mengusung tema “Pasar Modal Syariah: Melek Investasi Halal Untuk Pertumbuhan Industri Halal Menuju Indonesia Emas”. Tanpa disangka, peserta yang mengikuti acara road show pasar modal syariah mencapai lebih dari 400 pendaftar. Antusias para mahasiswa FEBI dalam mengikuti kegiatan road show pasar modal syariah sangat tinggi, sehingga dengan berat hati panitia hanya membatasi 300 peserta saja sesuai dengan kapasitas zoom meeting. Bagi peserta yang tidak berkesempatan untuk masuk ke ruang zoom, maka panitia telah menyediakan rekaman webinar dan ppt pemateri yang dapat disebar luaskan dan dipelajari kembali.
Pembukaan road show pasar modal syariah dihadiri langsung oleh presidum nasional FORNASMEBI yaitu Ashif Jauhar Winarto.,S. E secara online. Beliau berpesan agar kegiatan road show pasar modal syariah ini tidak hanya sebatas webinar seperti biasanya, akan tetapi dengan adanya acara ini mahasiswa febi dapat melek investasi halal dan hasil dari serangkaian acara dapat menerbitkan kembali karya mahasiswa berupa essai tentang pasar modal syariah yang nantinya akan menjadi buku ke 3 FORNASMEBI. Wakil Dekan II Ibu Dr. Sunaryati memberikan sambutan dan mengucapkan banyak terimakasih kepada FORNASMEBI dan bursa efek Indonesia (BEI) yang telah memeberikan kepercayaan kepada FEBI UIN Sunan Kalijaga untuk menjadi tuan rumah. Beliau berharap, dengan adanya acara ini mampu membawa perubahan bagi mahasiswa FEBI untuk lebih dekat dan mengenal lebih dalam tentang investasi saham halal.
Road show pasar modal syariah mendatangkan dua pemateri yang handal dibidang saham yaitu pemateri pertama dari IDX Islamic bapak Derry Yustria S.E.,MBA dan pemateri kedua yaitu dari BRI Danareksa Sekuritas bapak R. Wahyu Sukuhartanto. Pemaparan materi dari bapak Derry yaitu memperkenalkan investasi syariah di pasar modal Indonesia. Beliau menekankan 3 unsur utama dalam keuangan yaitu ASSET, INCOME and SPENDING. Lebih lanjut, pemateri menegaskan bahwa pasar modal syariah adalah seluruh aktivitas di pasar modal yang memenuhi prinsip Islam. Dengan demikian, pasar modal dikatakan memenuhi prinsip Islam apabila pelaku pasar, mekanisme transaksi, infrastruktur pasar dan efek yang ditransaksikan telah memenuhi prinsip-prinsip Islam.
Materi kedua disampaikan oleh bapak Wahyu Sukuhartanto selaku perwakilan dari BRI danareksa sekuritas. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tentang bagaimana melakukan screning fundamental Saham, serta lima kunci investasi saham. Kelima kunci tersebut adalah pertama lihat manajemennya, kedua perhatikan usahanya, selanjutnya cari perusahaan yang labanya besar, pilih perusahaan yang terus tumbuh dalam jangka panjang serta yang terakhir mendapatkan kesempatan emas. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta road show. Dari sekian banyak pertanyaan, panitia memilih tiga pertanyaan terbaik yang akan mendapatkan rekening dana nasabah (RDN) sebesar Rp100.000. Harapannya, melalui dana tersebut mahasiswa ekonomi dan bisnis islam terpacu untuk terus melakukan investasi saham di pasar modal Syariah sehingga mampu memberikan efek positif bagi pertumbuhan industri halal menuju Indonesia emas.