OPINI PUBLIK: Hadirkan Tiga Entrepreneur Hebat, FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gelar Talkshow For Closing DIES NATALIS FEBI ke-11

*Tips menjadi young entrepreneur keren

DEMA FEBI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Senin (20/03/2023), Milad FEBI ke-11 kini telah tiba di puncak acara. DEMA FEBI UIN Sunan kalijaga bersama seluruh elemen FEBI membuka puncak Dies Natalis FEBI ke-11 di Teatrikal lantai 5, dengan kegiatan bincang santai atau talkshow bertema 'Muda Berkarya, Self-Improvement Dunia Bisnis' yang menghadirkan tiga narasumber keren dari birokrasi dan pelaku bisnis ril, yakni:

  • Muhammad Subki Rifai, S.E, CFP (CEO Rumah BUMN Yogyakarta) yang diwakili olehS.Condro Rini (MANAGER Rumah BUMN Yogyakarta).

  • Edy Mulyono (Owner BasaBasi)

  • Dra. RR.MAE RUSMI S., M.T. (Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Kabupaten Sleman)

Self-improvement bertujuan bagi para pelaku bisnis untuk memberikan kemudahan pengembangan potensi yang sebelumnya belum pernah dilakukan, memperluas relasi agar menumbuhkan sikap keterbukaan serta sikap saling menghormati, bertukar pengalaman dalam merancang karir, dan strategi diri dalam menghadapi adanya persaingan pasar bisnis. Program ini merupakan bentuk kerjasama demi mewujudkan mahasiswa yang berkualitas, berprestasi, entrepreneur, maupun startup founder.

Dekan FEBI (Dr. Afdawaiza S.Ag., M.Ag.) mengatakan bahwa tema 'Muda Berkarya, Self-Improvement Dunia Bisnis' merupakan penunjang generasi yang berkualitas di masa depan. " Materi ini sangat bagus sekali untuk kehidupan bangsa 10 atau 20 tahun yang akan datang. Karena, generasi muda inilah yang akan menggantikan posisi dalam pembangunan, untuk menghadapi itu butuh modal dan persiapan. Maka ilmu 'Muda Berkarya, Self-Improvement Dunia Bisnis sangat penting dalam bagaimana cara mengadapi masa depan".

Dalam diskusi pertama, Ibu S. Condro Rini memaparkan materi tentang 'Rumah BUMN Yogyakarta'. Rumah BUMN merupakan langkah kolaborasi BUMN dalam meningkatkan kapasitas UMKM yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN sejak tahun 2016. Sebanyak 246 Rumah BUMN telah didirikan dan tersebar di seluruh Indonesia yang dikelola oleh 14 BUMN. Pada bulan April 2021, terdapat 4 Rumah BUMN di seluruh Indonesia dengan posisi CEO dan CFO Muda, salah satu dari 4 BUMN tersebut adalah Rumah BUMN Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai akselelator kolaborasi BUMN di tingkat provinsi terdiri dari Rumah BUMN Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul, dan Bantul, sebagai pemberdayaan UMKM dari seluruh BUMN di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui Rumah BUMN ini, seorang entrepeneur dapat melakukan sharing session, bimbingan akses pada pasar lewat digitalisasi, mendapatkan akses permodalan usaha dari PEMDA/CSR BUMN/KUR dan Program lainnya. "Dari hobi, digali, kalau kita tekun pasti akan membuahkan hasil meskipun tidak instan, berinovasi dan jangan malas" sarannya.

Dalam diskusi selanjutnya, Ibu Dra. R.R Mae Rusmi Suryaningsing, MT dalam materinya berjudul 'Peran PEMDA Sleman terhadap Transformasi Digital UMKM Mendukung Bisnis di Era Online' mengatakan bahwa Konsumen saat ini sangat dinamis mengikuti tren, tidak mengenal batas ruang dan waktu, serta mengharapkan pelayanan terbaik dengan menuntut UMKM untuk bisa mengimbanginya. Pandemi semakin 'Memaksa' UMKM untuk bertransformasi go digital/ go online. Generasi Milenial dan Gen Z mempunyai kelebihan literasi digital untuk berbasis online. Oleh karena itu, PEMDA Sleman menyampaikan dukungan untuk UMKM, antara lain: Penyediaan Akses Internet, Lopis.id (Layanan Online Pasar ing Sleman), Aplikasi Cariaku & link cariaku.slemankab.go.id (Pencarian IKM Unggulan), Larrez (Toko Online bagi IKM), Slemanmart.id, Virtual Expo, Gebyar 2000 UMKM, dan Rumah Kreatif Sleman.

Beliau memberikan tips kepada entrepeneur muda agar tidak stuck saat berbisnis dengan cara mengetahui dengan pasti passion yang dimiliki. Selain itu, seorang entrepeneur harus mengetahui siapa yang harus kita rangkul (target)nya dan kepada siapa lawan bicara kita. Seorang entrepeneur juga harus punya perhitungan dalam memanajemen, baik manajemen waktu, uang, dll. "Berbisnis boleh tapi jangan lupa bersosialiasi, serta harus update perkembangan dunia luar" sarannya.

Dalam diskusi terakhir, Bapak Edy Mulyono memberikan pesan singkat bahwa Jika ingin menjadi praktisi maka jalani segala prosesnya. Seorang entrepreneur harus mempersiapkan mental yang kuat, usaha yang baik, sabar berproses dan berilmu. Selain itu, seorang entrepeneur harus mampu memiliki prinsip manajemen. Sebagai wirausaha tidak boleh minder, karena sesuatu yang kecil akan menjadi besar bagi kita yang berusaha.

penulis : Elmi Mufidah (Biro Jurnalistik, Bidang Media dan Informasi DEMA FEBI 2023)